Sehari lagi pergantian tahun akan segera kita lalui. Seperti pada tahun-tahun sebelumnya disetiap pergantian tahun selalu dibarengi dengan berbagai musibah melanda negeri ini. Ngawi, Karang Anyar, Mantingan, Malang, belum lagi daerah lain secara bersama2 mengisi headline berita dibeberapa media. Bumi seakan sudah mulai murka dengan ulah manusia. Bencana demi bencana, nyawa yang melayang sia2, rumah-rumah yang rata dengan tanah, seakan tidak membuat kita sadar diri apa yang telah kita lakukan terhadap sekeliling kita. Dengan bencana-bencana yang mengiringi perpindahan tahun, apakah masih pantas dan patut kita merayakan tahun baru dengan hura-hura di kafe, mengundang artis, pesta dan pawai motor/mobil disepanjang jalan dengan meniup trompet kegembiraan, sedangkan disisi lain, mereka korban bencana menjerit kelaparan, kedinginan, dan tidak tau apa yang harus di perbuat.
Apakah ada yang salah didalam negeri ini. Apakah kita telah berbuat zalim pada bumi ini sehingga bumi seakan-akan marah dengan kita. Memang hanya Allah yang tahu semua ini, apakah ini cobaan ataukah ini kutukan (azab) dari Sang Pecipta. Tapi sebagai manusia yang diberikan otak dan akal untuk berpikir sudah selayaknya kita mulai interopeksi diri dengan segala perbuatan yang telah kita lakukan.
Semoga di tahun 2008, tidak ada lagi bencana-bencana seperti pada tahun-tahun sebelumnya. Dan ditahun 2008 juga sebagai ajang interopeksi dan koreksi diri semua lapisan masyarakat bangsa ini; baik para pejabat eksekutifnya, para anggota dewannya, para menterinya, presidennya, wakil presidennya, kepolisian, kejaksaan, kehakiman dan masyarakat pada umumnya.
Salam

